Wednesday, September 23, 2020

Peran Pengasuhan Orang Tua dalam Peningkatan Perkembangan pada Bayi (Kognitif, Fisik, Sosioemosi).

 

Mengamati tingkah polah anak merupakan sesuatu yang mengasyikkan. Mengapa ada anak yang sudah mudah tersenyum atau bahkan gampang menangis? Mengapa ada anak yang lebih tinggi dan lebih besar daripada yang lainnya? Apakah anak yang cerewet di rumah juga akan menjadi cerewet di sekolah? Jika tidak, mengapa bisa demikian? Bagaimana kemajuan dalam keterampilan motorik mempengaruhi kemampuan anak dalam bersosialisasi? Apa yang menyebabkan perbedaan perilaku pada anak? Apakah perkembangan yang terjadi pada anak sematamata dipengaruhi oleh faktor keturunan atau lebih banyak ditentukan oleh faktor lingkungan? Banyak lagi pertanyaan yang mungkin muncul di benak kita. Untuk bisa menjawabnya, kita perlu mempelajari perkembangan manusia berdasarkan pola asuh orang tua.

Menurut Shanker, Blair & Diamond (2008) ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak, salah satunya adalah interpersonal relationships (kedekatan, pola asuh). Interpersonal relationships atau pola asuh merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Kualitas hubungan orang tua dengan anak sangatlah penting dan berpengaruh terhadap perkembangan anak seperti kesehatan mental, gaya hidup, konsumsi rokok dan alkohol, kelahiran, cedera, kesehatan fisik, keterampilan sosial, dan pencapaian hidup (Simkis, dkk, 2013).

orangtua perlu menstimuli seluruh kemampuan panca indera anak untuk membentuk perkembangan bayi secara fisik, kognitif serta sosioemosi.

Caranya sebagai berikut: Menyediakan berbagai benda yang berbeda bentuk, warna, pola dan bunyi Banyak bicara pada bayi secara tatap muka Memberikan makanan secara variatif pada bayi sesuai dengan usianya Mengajak bayi bermain, seperti bermain sembunyi benda, cilukba, dan sebagainya. Memang sudah sepantasnya orang tua harus bekerja sama dalam mengurus anaknya, menjaga dan sebagai pemerhati tumbuh kembang si anak dimana orang tua atau pendidik, perlu:

1. Pemberian ASI sebagai pemenuh nutrisi bayi dalam masa pertumbuhan dan meningkatkan kecerdasannya

2. Memberi kesempatan dan menunjukkan permainan serta alat permainan tertentu yang dapat memicu munculnya masa peka/menumbuh kembangkan potensi, dari alat-alat bermain ini, orang tua/pengasuh memberi permaianan yang menimbulkan anak-anak ingin tahu terus menerus

3. Memahami bahwa anak masih berada dalam masa egosentris yang ditandai dengan seolah-olah dialah yang paling benar, keinginannya harus selalu dituruti dan sikap mau menang sendiri, dan sikap dari orang tua dalam memasuki masa egosentris dengan memberi pengertian secara bertahap pada anak agar dapat menjadi mahluk sosial yang baik, dengan bentuk kasih sayang, cinta kasih, contoh-contoh cerita, diberi reward bila anak mau menundukkan egonya, karena kebiasaan yang baik, anak akan memahami nasehat orang tuanya.

4. Masa meniru pada anak usia dini sangat kuat, tidak hanya meniru pada orang-orang disekitarnya tetapi juga pada tokoh-tokoh khayal yang sering ditampilkan ditelevisi, pada saat itu orang tua atau pengasuh harus menjadi tokoh panutan bagi anak dalam berperilaku, anak bisa meniru perilaku mahluk lain yang punya kebiasaan baik misal, meniru perilaku anjing dirumah yang selalu taat pada tuannya, sehingga tuannya selalu memberi makan yang sesuai seleranya.

5. Masa berkelompok,biarkan anak bermain diluar bersama temannya atau berinteraksi bebas, jangan terlalu membatasi anak,agar anak bisa bersosialisasi dan beradaptasi sesuai dengan perilaku lingkungan sosialnya, ini adalah pendidikan budi pekerti untuk kasih sayang sesama hidup.

6. Pentingnya eksplorasi bagi anak, biarkan anak memanfaatkan bendabenda yang ada disekitarnya dan biarkan dia melakukan trial and error, karena anak adalah penjelajah yang ulung, orang tua jangan membatasi terlalu kaku, agar pendidikan budi pekerti untuk menanamkan perilaku sabar dalam mengeksplorasi keinginan anak.

7. Disarankan tidak boleh memarahi anak bila dia membangkang, karena bagaimanapun juga merupakan masa yang dilalui anak, bila terjadi pembangkangan, sebaiknya diberi waktu pendinginan ( cooling down), misalnya bila anak menangis jangan memarahi, cukup biarkan sejenak namun tetap beri perhatian untuk segera menyudahi tangisnya. Keterbatasan pengetahuan dan informasi yang dimiliki orang tua menyebabkan potensi yang dimiliki anak tidak berkembang optimal.

 

 

 

 

 

 

 

 


 

 

Referensi

Asri,S , Suniasih, N , Suparya, K. 2017. Hubungan Pola Asuh terhadap Anak Usia Dini. Media Edukasi. 1:2.

Hildayani, R. 2009. Perkembangan Manusia. Modul Psikologi Perkembangan Anak.

Sahabat Keluarga. 2019. Cara Orang Tua Mengasuh Anak pada laman https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id/laman/index.php?r=tpost/xview&id=249900399 diakses tanggal 27 April 2020