Teori Karen Horney
“Setiap orang mempunyai kapasitas dan keinginan untuk
mengembangkan potensinya dan memang begitulah
seharusnya.... Aku percaya bahwa setiap orang bisa
berubah dan perubahan itu akan terus terjadi sepanjang
hidupnya”.
35—Karen Horney
Dari kutipan di atas, jelas bahwa Karen Danielson Horney
juga dapat dikelompokkan sebagai orang yang keluar dari sudut
pandang Freudian ortodoks. Meskipun bukan murid langsung
atau kolega Freud, namun Horney telah ditraining di tempat
pelatihan resmi psikoanalitik oleh salah satu murid Freud yang
paling terpercaya. Sehingga mau tidak mau dia berada di kamp
Freudian dalam jangka waktu yang lama.
Horney awalnya berbeda pendapat dengan doktrin Freud
dalam hal peran psikologis wanita. Sebagai seorang feminis, dia
menentang psikoanalisis yang lebih berfokus pada
perkembangan pria daripada wanita. Dia juga mengkounter
anggapan Freud bahwa wanita dikendalikan oleh penis envy,
Horney berpendapat bahwa, dalam observasinya, pria cemburu
pada wanita karena kemampuan mereka untuk mengandung dan
melahirkan anak.
"Saya tahu banyak pria," katanya, "dengan
womb envy (cemburu kandungan) sebagaimana wanita dengan
penis envy (cemburu penis)." Meskipun Horney pada mulanya
berbeda pendapat dengan Freud dalam isu-isu psikologi wanita,
namun pada akhirnya dia memperluas kritiknya terhadap Freud
dan memperkuat posisinya, sehingga terciptalah
sesuatu di antara mereka.
Pada satu sisi, teori Horney dipengaruhi oleh jenis kelaminnya, namun mungkin juga lebih dipengaruhi oleh
keadaan sosial dan budaya yang membuatnya terlihat (exposed).
Dia datang beberapa dekade setelah munculnya perkembangan
utama Freud, dan dia merancang pokok-pokok teorinya di
tengah-tengah keadaan budaya yang sangat berbeda dari FreudAmerika Serikat. Pada 1930-1940an, teijadi perubahan
pandangan mengenai jenis kelamin dan peran jenis kelamin.
Perubahan ini bisa dilihat di Eropa, namun
lebih nyata terlihat di Amerika. Selain itu, keadaan sosial juga
berbeda di Amerika.
Horney menemukan bahwa pasien di Amerika berbeda
dengan pasien di Jerman, baik dalam hal neurosa maupun
kepribadian yang normal, di mana perbedaan keadaan sosial
mungkin cukup menjadi alasan bagi teijadinya perbedaan
kepribadian. Oleh karenanya dia berpendapat bahwa
kepribadian tidak semata-mata dipengaruhi oleh keadaan
biologis saja, sebagaimana dikemukakan oleh Freud. Karena
jika pendapat Freud benar, maka kita tidak akan melihat
perbedaan besar dalam kepribadian seseorang dari satu
kebudayaan dengan kebudayaan lain.
Demikianlah mengapa Horney menjadi seperti Adler, ahli
teori psikologi sosial, yang lebih menekankan hubungan sosial
daripada dorongan psikologis sebagai faktor yang sangat
penting dalam pembentukan kepribadian. Dia menolak
anggapan bahwa sex adalah faktor yang menentukan,
sebagaimana dinyatakan oleh Freud, dan dia juga mengambil
isu dengan konsep-konsep Freud tentang Oedipus complex,
libido, dan struktur kepribadian.
Dalam teori Horney, pusat kepribadian bukanlah sex atau
agresi tapi kebutuhan dan usaha untuk memperoleh rasa aman.
Seperti Adler, pandangan Horney mengenai sifat dasar manusia
juga cenderung memuji dan optimis: kita dapat mengatasi
kecemasan kita dan dapat tumbuh serta mengembangkan
potensial kita semaksimal mungkin.
Teori Karen Horney, antara lain sebagai berikut:
1. Kecemasan Dasar
Kecemasan dasar adalah konsep fundamental dalam
teori kepribadian Horney. Horney mendefinisikannya
sebagai "keburukan hati yang meningkat, yaitu meliputi
keseluruhan perasaan kesepian dan ketidakberdayaan di
dunia yang fana." Kecemasan dasar adalah dasar dimana
neurosa terakhir berkembang, dan ini tidak dapat dipisahkan
dengan perasaan permusuhan yang didiskusikan pada bagian
sebelumnya.
kecemasan dasar adalah meliputi keseluruhan; ini
mendasari keseluruhan hubungan yang telah atau akan
dibentuk oleh individu dengan individu lain. Horney
menggambarkan analogi antara seseorang yang menderita
kecemasan dasar dan negara yang mengalami pergolakan
politik. Kecemasan dan kerusuhan diantara individu serupa
dengan pergolakan bawah tanah dan protes terhadap
pemerintah. Pada kasus lain, pergolakan internal mungkin
dimanifestasikan secara overt—dengan pemogokan ataupun
riot dalam suatu negara atau simtom neurotik pada seorang
individu.
Dengan mengabaikan bagaimana seseorang
memanifestasikan atau mengekspresikan kecemasan dasar,
Horney berpendapat bahwa keadaan perasaan setiap orang
adalah kurang lebih sama. Orang merasakan perasaan "kecil,
tidak signifikan, tidak berdaya, ditinggalkan, terancam di
dunia yang ditunjukkan dalam sikap penyalahgunaan,
penipuan, penyerangan, penghinaan, pengkhianatan". Dapat
dimengerti bahwa individu, khususnya pada masa anak-anak,
akan berusaha untuk melindungi dirinya melawan perasaan
kecemasan yang kuat ini. Horney menuliskan bahwa, pada
kebudayaan kita, setidaknya ada empat pertahanan-diri:
mendapatkan kasih sayang, menjadi patuh, memperoleh
kekuatan dan penarikan diri. Kepatuhan dalam arti pertahanan-diri melibatkan
pemenuhan harapan dari seseorang atau harapan semua
orang. Seperti seseorang yang berusaha menghindari
perbuatan yang akan menyakiti orang lain. Seseorang berani
untuk tidak mengkritik atau cara lain misalnya menyerang,
harus menekan kebutuhan dan hasrat mereka, dan tidak dapat
pula melindungi diri mereka terhadap penyalahgunaan dari
rasa takut sebagai reaksi defensif, yang mungkin akan
menyakiti orang yang menyakitinya. Horney mengatakan
bahwa kebanyakan orang patuh percaya bahwa mereka
benar-benar tidak egois dan melakukan pengorbanan-diri.
Seperti halnya seseorang yang mengatakan "jika aku
mengalah, itu tidak akan menyakitkan." Ini mungkin
menunjukkan tingkahlaku Horney sendiri—"seperti seekor
domba"—hingga usia 9 tahun.
Mendapatkan kekuatan dari orang lain adalah
mekanisme pertahanan-diri yang ketiga. Dengan cara ini
seseorang dapat mengompensasikan perasaan
ketidakberdayaannya dan mendapatkan rasa aman melalui
perolehan kesuksesan atau melalui perasaan superior
terhadap orang lain. Seperti halnya orang yang mengatakan:
"jika aku punya kekuatan, tidak ada seorangpun yang dapat
menyakitiku." Mungkin, ini menggambarkan Horney yang
memutuskan untuk bekeija keras untuk kesuksesan
akademiknya.
Ketiga instrumen pertahanan-diri ini memiliki satu
kesamaan aspek. Dengan menggunakan salah satu di
antaranya, seseorang berusaha untuk menanggulangi
kecemasan dengan cara berinteraksi dengan orang lain.
Pertahanan-diri dari kecemasan dasar yang terakhir adalah
penarikan-diri (withdrawal) dari orang lain, tidak secara
fisik, tetapi secara psikologis. Seseorang berusaha menjadi
sepenuhnya terbebas dari orang lain, tidak bersandar pada
orang manapun untuk mendapatkan kepuasan dari kebutuhan eksternal maupun internal.
Kebebasan yang dianggap sebagai kebutuhan
psikologis seseorang akan diperoleh dengan cara menjauh
dan melepaskan diri dari orang lain, tidak lagi bergantung
pada orang lain untuk mendapatkan kepuasan dari kebutuhan
emosionalnya. Pada kenyataannya, ini melibatkan lebih dari
itu; ini melibatkan penumpulan peminimalisiran dari
kebutuhan emosional seseorang, dengan menarik-diri dari
kontak emosional dan melepaskan kebutuhan emosional
seseorang, seseorang melindungi dirinya dari rasa sakit yang
diberikan orang.
Keempat mekanisme pertahanan-diri ini memiliki
satu tujuan: bertahan terhadap kecemasan. Mereka
berorientasi untuk mendapatkan keamanan dan penentraman
hati, bukan untuk kebahagiaan atau kesenangan dengan kata
lain, mereka bertahan melawan rasa sakit, bukan mencari
kesejahteraan.
Karakteristik umum lain dari alat perlindungan ini
adalah kekuatan dan intensitasnya. Horney percaya mereka
akan menjadi lebih kuat dengan memaksakan tenaga
daripada kebutuhan seksual ataupun kebutuhan fisiologis
lainnya. Dan alat ini dapat bekeija. Mereka dapat memenuhi
tujuan mereka yaitu mengurangi kecemasan tetapi individu
biasanya memiskinkan kepribadiannya dan mengalami
konflik dengan lingkungannya.
Horney mengatakan bahwa setiap mekanisme
pertahanan diri ini dapat menjadi bagian dari permanen dari
kepribadian yang dapat diasumsikan bahwa karakteristik
kebutuhan atau dorongan menentukan tingkah laku seseorang.
Pada waktu yang sama Homey menyebutkan
sepuluh kebutuhan, dimana didefinisikan sebagai neurotik
karena dia berpikir bahwa kebutuhan ini bukanlah solusi
irasional terhadap masalah seseorang
No comments:
Post a Comment